"Seorang pemimpin yang baik, adalah ibarat sebuah danau.
Dia tidak lasak seperti sungai di gunung, tapi dalam.
Dia tidak berada pada pucuk yang tinggi, tapi menampung.
Dia tahu bahwa sumbernya adalah air yang datang dari nun jauh di pedalaman : Sebuah telaga tak bermula dari air yang tergenang setelah kebetulan hujan."
Ada perbedaan yang sangat besar antara mengerjakan sesuatu dengan memimpin orang untuk mengerjakan sesuatu. Seorang arsitek yang handal bisa jadi kesulitan saat memimpin sekelompok arsitek untuk menghasilkan suatu karya. Sebaliknya tidak sedikit pemimpin yang berhasil mengakomodir anggotanya untuk mencapai tujuan, dengan cara mengoptimalisasikan segala potensi yang ada. Rahasianya? menurut saya kemampuan untuk mengelola ego.
Saat mengelola pekerjaan sekelompok orang, hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah mengelola ego tiap-tiap orang dengan baik. Ada anggota tim yang egonya kecil tapi potensinya besar, ada yang egonya besar namun potensinya kurang bisa dikembangkan.
Tapi terkadang dilema seringkali muncul, seorang pemimpin dituntut mampu menunjukkan wibawanya dihadapan anggotanya. Sementara disisi lain pemimpin tersebut harus lebih sering mendengarkan apa yang menjadi aspirasi anggotanya.
Kemampuan mengenali ego, memahami emosi diri sendiri setelah kemudian mampu mengelolanya menjadi kunci untuk bisa mengenali dan memahami orang lain. Ayo belajar mengenali diri sendiri.
Untuk menjadi seorang Pemimpin yang baik Haruslah:
- Disiplin
- Tetap Semangat
- Tak kenal putus asa
- Selalu memikirkan orang-orang yang dipimpin
- Memikirkan rencana jangka panjang
- Murah senyum
- Optimis
- Berani
- Bijaksana dalam mengambil keputusan





Tidak ada komentar:
Posting Komentar